October 29, 2026
Kementerian Agama Perkuat Tata Kelola LP2M, IPRIJA diundang menghadiri Rakor PTKIS Jakarta–Banten 2026
JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Agama mendorong penguatan tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi keagamaan Islam. Upaya tersebut menjadi agenda utama Rapat Koordinasi Pembinaan dan Tata Kelola Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) PTKIS Jakarta–Banten, yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Grand Orchadz Hotel Kemayoran, Jakarta.
Rakor diikuti 37 peserta dari lingkungan PTKIS wilayah Kopertais I Jakarta–Banten. Pertemuan ini membahas peningkatan kapasitas kelembagaan, arah kebijakan penelitian, serta pengembangan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua LP2M Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA), Dr. Muhamad, MA., turut hadir dalam agenda tersebut. Keikutsertaannya menjadi kesempatan bagi IPRIJA untuk memperluas jejaring sekaligus memperkaya arah pengelolaan penelitian dan pengabdian di lingkungan kampus.
Saat membuka kegiatan, Direktur DIKTIS, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., menekankan peningkatan mutu PTKIS dan kapasitas dosen. Koordinator Kopertais Wilayah I Jakarta–Banten, Prof. Dr. Sururin, menyoroti kontribusi luaran penelitian dan pengabdian terhadap penguatan akreditasi.
Pembahasan juga mencakup riset lintas disiplin dan pemanfaatan teknologi, penyusunan peta jalan penelitian, serta pengukuran dampak. Perhatian diarahkan pada kemampuan kegiatan akademik menghasilkan perubahan pengetahuan, praktik, dan kualitas kehidupan masyarakat.
Bagi LP2M IPRIJA, arah pembinaan tersebut berkaitan dengan tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjalankan Tridarma. Pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat merupakan tiga pilar yang saling menopang. Di dalam kerangka itu, LP2M bertumpu pada dua pilar utama: penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Keduanya membentuk hubungan yang berkelanjutan. Penelitian memberikan dasar ilmiah untuk mengenali persoalan dan merumuskan pemecahannya. Pengabdian membawa pengetahuan tersebut ke tengah masyarakat melalui pendampingan, pemberdayaan, dan kerja bersama. Pengalaman di lapangan kemudian dapat memperkaya bahan ajar sekaligus melahirkan pertanyaan penelitian berikutnya.
Karena itu, penguatan tata kelola LP2M menyentuh keputusan mendasar tentang arah kerja kampus: persoalan apa yang menjadi prioritas, bagaimana masyarakat dilibatkan, dan sejauh mana hasil kegiatan dapat digunakan. Peta jalan yang jelas diperlukan agar penelitian dan pengabdian berjalan berkesinambungan serta memiliki ukuran keberhasilan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Rangkaian rakor turut melahirkan Forum LP2M PTKIS Jakarta–Banten. Peserta secara aklamasi memilih Dr. Sita Husnul Khotimah sebagai ketua dan Muhammad Ghifari, M.Pd., sebagai sekretaris untuk memperkuat koordinasi antarlembaga.
Melalui kehadiran Dr. Muhamad, MA., LP2M IPRIJA memiliki kesempatan untuk menjajaki kolaborasi yang mempertemukan kepakaran kampus dengan kebutuhan masyarakat. Peluang tersebut dapat dikembangkan menjadi penelitian bersama, pertukaran pengalaman pengelolaan, maupun program pengabdian yang terencana dan terukur manfaatnya.