iprija.id
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Agama mendorong penguatan tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi keagamaan Islam. Upaya tersebut menjadi agenda utama Rapat Koordinasi Pembinaan dan Tata Kelola Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) PTKIS Jakarta–Banten, yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Grand Orchadz Hotel Kemayoran, Jakarta.
Rakor diikuti 37 peserta dari lingkungan PTKIS wilayah Kopertais I Jakarta–Banten. Pertemuan ini membahas peningkatan kapasitas kelembagaan, arah kebijakan penelitian, serta pengembangan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua LP2M Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA), Dr. Muhamad, MA., turut hadir dalam agenda tersebut. Keikutsertaannya menjadi kesempatan bagi IPRIJA untuk memperluas jejaring sekaligus memperkaya arah pengelolaan penelitian dan pengabdian di lingkungan kampus.
Saat membuka kegiatan, Direktur DIKTIS, Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., menekankan peningkatan mutu PTKIS dan kapasitas dosen. Koordinator Kopertais Wilayah I Jakarta–Banten, Prof. Dr. Sururin, menyoroti kontribusi luaran penelitian dan pengabdian terhadap penguatan akreditasi.
Pembahasan juga mencakup riset lintas disiplin dan pemanfaatan teknologi, penyusunan peta jalan penelitian, serta pengukuran dampak. Perhatian diarahkan pada kemampuan kegiatan akademik menghasilkan perubahan pengetahuan, praktik, dan kualitas kehidupan masyarakat.
Bagi LP2M IPRIJA, arah pembinaan tersebut berkaitan dengan tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjalankan Tridarma. Pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat merupakan tiga pilar yang saling menopang. Di dalam kerangka itu, LP2M bertumpu pada dua pilar utama: penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Keduanya membentuk hubungan yang berkelanjutan. Penelitian memberikan dasar ilmiah untuk mengenali persoalan dan merumuskan pemecahannya. Pengabdian membawa pengetahuan tersebut ke tengah masyarakat melalui pendampingan, pemberdayaan, dan kerja bersama. Pengalaman di lapangan kemudian dapat memperkaya bahan ajar sekaligus melahirkan pertanyaan penelitian berikutnya.
Karena itu, penguatan tata kelola LP2M menyentuh keputusan mendasar tentang arah kerja kampus: persoalan apa yang menjadi prioritas, bagaimana masyarakat dilibatkan, dan sejauh mana hasil kegiatan dapat digunakan. Peta jalan yang jelas diperlukan agar penelitian dan pengabdian berjalan berkesinambungan serta memiliki ukuran keberhasilan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Rangkaian rakor turut melahirkan Forum LP2M PTKIS Jakarta–Banten. Peserta secara aklamasi memilih Dr. Sita Husnul Khotimah sebagai ketua dan Muhammad Ghifari, M.Pd., sebagai sekretaris untuk memperkuat koordinasi antarlembaga.
Melalui kehadiran Dr. Muhamad, MA., LP2M IPRIJA memiliki kesempatan untuk menjajaki kolaborasi yang mempertemukan kepakaran kampus dengan kebutuhan masyarakat. Peluang tersebut dapat dikembangkan menjadi penelitian bersama, pertukaran pengalaman pengelolaan, maupun program pengabdian yang terencana dan terukur manfaatnya.
JAKARTA — Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) menghubungkan pembelajaran di kampus dengan pengalaman dunia kerja melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Magang Profesi Tahun 2026. Sebanyak 82 mahasiswa dari tiga program studi di lingkungan Fakultas Dakwah, Syariah, dan Tarbiyah mengikuti kegiatan yang melibatkan 11 lembaga mitra.
Penempatan mahasiswa mencakup lembaga penyiaran, lembaga hukum, serta sekolah dan madrasah. Keragaman mitra memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali lingkungan profesi yang sesuai dengan bidang keilmuannya, sekaligus belajar menghadapi tanggung jawab dan persoalan di lapangan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung bertahap sejak September hingga November 2026. Jadwal pembukaan, lama penugasan, dan rencana penutupan berbeda pada setiap bidang, dengan durasi hingga 60 hari. Praktik Lapang dan Magang Profesi tahun ini terdiri dari sembilan kelompok penempatan masing-masing didampingi dosen pembimbing lapangan (DPL).
Dari lingkungan Fakultas Dakwah, empat mahasiswa ditempatkan di Stasiun Radio Silaturahim dengan pendampingan Andi Edwin Rewira, M.A. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 60 hari, mulai 5 Oktober hingga 30 November 2026. Penempatan di lembaga penyiaran membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara komunikasi, penyampaian pesan keagamaan, dan pelayanan informasi kepada masyarakat.
Sementara itu, tujuh mahasiswa Fakultas Syariah mengikuti Magang Profesi yang melibatkan DPP Gas Bumi (LBH Sahabat), Law Firm Rahmatullah & Partners, serta LBH Keadilan & Kedaulatan Rakyat. Langsung di bawah bimbingan dekan Moh Abdul Azis, B.Sc., L.LM., kegiatan berlangsung sejak 19 September dan direncanakan berakhir pada 19 November 2026, dengan durasi 60 hari. Lingkungan lembaga hukum menjadi ruang belajar untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik dan kebutuhan layanan hukum.
Peserta terbanyak berasal dari Fakultas Tarbiyah, yakni 71 mahasiswa yang tersebar di tujuh sekolah dan madrasah. PPL bidang pendidikan dijadwalkan berlangsung serentak dimulai 19 Oktober hingga 18 November 2026. Melalui penempatan ini, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengenali proses pembelajaran, lingkungan sekolah, dan tanggung jawab profesi pendidik.
Sinopsis
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa peluang besar dalam peningkatan kualitas, efisiensi, dan inovasi pendidikan, namun sekaligus menghadirkan berbagai isu etis seperti integritas akademik, keadilan, privasi data, dan peran nilai-nilai kemanusiaan. Book chapter ini disusun sebagai upaya akademik untuk mengkaji pemanfaatan AI dalam pendidikan secara seimbang, dengan menempatkan peluang dan tantangan etis sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Dengan pendekatan multidisiplin, buku ini mengupas bagaimana AI dapat dioptimalkan untuk menciptakan pembelajaran adaptif, personalisasi materi, serta evaluasi yang cerdas, sekaligus mengkaji risiko etis yang mengintai. Para penulis mengajak pendidik, mahasiswa, dan praktisi untuk tidak hanya melek teknologi tetapi juga kritis terhadap dampak sosial dan moral dari adopsi AI di lembaga pendidikan.
Informasi Buku
| Penulis | Dr. Fitriyana Azizah, M.Pd., C.MA, C.M.BA, dkk. |
| Editor | Muhamad Zainul Umam, M.Pd.I. |
| Judul Lengkap | Artificial Intelligence dalam Pendidikan: Peluang dan Isu Etis |
| Ukuran | 15,5 x 23 cm (B5) |
| Halaman | xii + 276 Halaman |
| ISBN | 978-623-xxxx-xx-x (Proses) |
| Berat | 380 Gram |
| Harga |
Rp. 118.000 Rp. 95.000 -19% |
Keunggulan Buku
Peluang AI untuk Pendidikan
Meningkatkan kualitas, efisiensi pembelajaran, personalisasi materi, dan evaluasi cerdas berbasis kecerdasan buatan.
Integritas Akademik
Mengupas tantangan plagiarisme, kecurangan, dan cara menjaga kejujuran ilmiah di era AI generatif.
Privasi Data & Keadilan
Analisis mendalam tentang perlindungan data siswa, bias algoritmik, dan kesenjangan akses teknologi.
Nilai-nilai Kemanusiaan
Menjaga peran guru, empati, dan interaksi manusiawi di tengah otomatisasi digital.
Testimoni Akademisi
“Buku yang sangat relevan dan tepat waktu! Dr. Fitriyana Azizah dan tim tidak hanya membahas kecanggihan AI dalam pendidikan, tetapi juga dengan berani menyoroti isu etis yang sering diabaikan. Integritas akademik, privasi data, dan keadilan dibahas secara seimbang dengan peluang inovasi. Wajib dibaca oleh setiap pendidik, perancang kurikulum, dan pembuat kebijakan pendidikan.”
Dapatkan Buku Ini
Kuasai peluang AI dan pahami isu etisnya. Pesan sekarang untuk mendapatkan harga spesial serta sampel bab gratis tentang “Privasi Data dan Keadilan dalam AI Pendidikan”.
Bagikan info buku ini:
Sinopsis
Perkembangan teknologi digital dan era disrupsi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Transformasi dari pembelajaran konvensional menuju ruang digital menuntut para pendidik dan akademisi untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Hadirnya buku ini merupakan kontribusi akademik yang penting dalam memberikan wawasan mengenai tantangan dan peluang transformasi pendidikan di era digital. Saya berharap buku ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi pendidikan.
Informasi Buku
| Penulis | Dr. Fitriyana Azizah, M.Pd, C.MA, C.M.BA, dkk. |
| Editor | Muhamad Zainul Umam, M.Pd.I. |
| Judul Lengkap | From Classroom to Digital Space: Transformasi Pendidikan di Era Disrupsi |
| Ukuran | 15,5 x 23 cm (B5) |
| Halaman | xii + 280 Halaman |
| ISBN | 978-623-xxxx-xx-x (Proses) |
| Berat | 380 Gram |
| Harga |
Rp. 118.000 Rp. 95.000 -19% |
Keunggulan Buku
Dari Kelas ke Digital
Strategi transformasi pembelajaran konvensional menuju ruang digital yang adaptif dan inovatif.
Menghadapi Disrupsi
Pemahaman mendalam tentang tantangan dan peluang di tengah perubahan zaman yang cepat.
Praktik Terbaik
Studi kasus dan best practice implementasi teknologi digital dalam proses belajar mengajar.
Untuk Pendidik & Akademisi
Referensi esensial bagi dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi pendidikan di era digital.
Testimoni Akademisi
“Buku ini menjadi panduan yang sangat relevan bagi para pendidik yang ingin bertransformasi di era disrupsi. Dr. Fitriyana Azizah dan tim berhasil meramu konsep-konsep mutakhir tentang digitalisasi pendidikan dengan gaya bahasa yang mudah dipahami namun tetap kaya akan nilai akademis. Wajib dibaca bagi siapa pun yang peduli pada masa depan pendidikan.”
Dapatkan Buku Ini
Siapkan diri Anda menghadapi transformasi pendidikan digital. Pesan sekarang dan dapatkan harga spesial serta bonus sampel bab gratis.
Bagikan info buku ini:
Pada hari Senin, 20 April 2026 pukul 09.00 WIB, Aula Kantor Kelurahan Cilangkap, Jakarta Timur, menjadi tempat penyelenggaraan acara pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Lingkar Kampus IPRIJA Angkatan ke-22. Acara ini diikuti oleh 75 mahasiswa yang berasal dari tiga fakultas di lingkungan Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA), yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Dakwah, dan Fakultas Syariah.

Acara pembukaan dihadiri oleh Lurah Cilangkap, Bapak Suratno, S.Sos., M.Si, serta Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat, Ibu Eriwati, SE, M.Si, dan perwakilan dari tiga RW, yaitu RW 01, RW 03 dan RW 06. Sementara itu dari pihak kampus langsung dihantar oleh Rektor IPRIJA Drs. Mujiono, MA., didampingi Wakil Rektor I, II, dan III, para dekan dari ketiga fakultas, serta tiga dosen pembimbing lapangan yang akan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Ustadz Dawud, mahasiswa IPRIJA yang pernah meraih juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Setelah pembacaan ayat suci, ketua panitia yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IPRIJA, Dr. Muhamad, MA, menyampaikan tema KKN yang dirumuskan untuk Angkatan ke-22 Tahun Akademik 2025/2026. Tema tersebut adalah “Kolaborasi, Membangun Pekerti, Agama dan Kelestarian”, yang disingkat menjadi tagline #IPRIJAKOMPAK.
Dr. Muhamad menjelaskan bahwa tema ini mengusung tiga subtema besar yang sejalan dengan visi dan misi IPRIJA, yaitu menjadikan kampus sebagai tonggak positif dalam menjalin sinergi antara pembelajaran akademis, pengabdian masyarakat, dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui tema tersebut, mahasiswa IPRIJA diharapkan dapat berperan aktif memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sekitar kampus dalam berbagai aspek kehidupan, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam yang rahmatan lil-‘alamin.
Selanjutnya, Rektor IPRIJA, Drs. Mujiono, MA., melakukan penyematan tanda peserta secara simbolik kepada perwakilan mahasiswa, sekaligus meresmikan KKN dan melakukan serah terima mahasiswa kepada Lurah Cilangkap. Dalam sambutannya, Rektor IPRIJA menyampaikan pesan agar mahasiswa mampu belajar dari masyarakat, di samping juga mengajarkan kepada masyarakat. Rektor juga memohon kepada Lurah dan warga Cilangkap untuk turut membantu membina dan mengarahkan mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Cilangkap, Bapak Suratno, S.Sos., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik segenap civitas akademika IPRIJA yang akan terjun ke masyarakat.
Lurah yang berhasil membawa Cilangkap 10 besar kelurahan terbaik se-Provinsi DKI Jakarta dalam ajang Penganugerahan Benyamin S Award (Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera) tahun 2025 itu menjelaskan bahwa teori berbeda dengan praktik, dan mahasiswa akan belajar bahwa melayani masyarakat memiliki banyak tantangan.
Lurah yang secara aktif menjalin silaturahmi dengan tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat juga menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan materi, tetapi juga memerlukan aspek spiritual. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa Islam diharapkan dapat membantu memperbaiki pemahaman Al-Qur’an, kemampuan baca Al-Qur’an, tahsin, dan pengajaran agama di masyarakat.
Sambutan Pak Lurah yang ramah dan santai disambut antusias oleh para mahasiswa. Suasana semakin hangat ketika beliau menutup sambutannya dengan empat bait pantun khas Betawi yang disampaikan secara dadakan. Pantun tersebut dinilai mahasiswa sebagai penutup yang “cakep”, menghibur, dan penuh kesan.

Acara pembukaan KKN Mahasiswa IPRIJA Angkatan 22 ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustad Mohammad Tohajudin. Selanjutnya diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah Kasie Kesra Ibu Eriwati, SE, M.Si., dengan para Dosen Pembimbing Lapangan dan Ketua RW 01, RW 03 dan RW 06. (MA)
Sinopsis
Buku ini hadir sebagai panduan fundamental bagi mahasiswa teknik sipil, teknik mesin, serta praktisi yang ingin mendalami aplikasi Metode Elemen Hingga (MEH) secara terstruktur. Buku ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori matematika yang abstrak dengan penerapan teknik rekayasa yang nyata.
Lebih dari sekadar teori, buku ini juga memberikan panduan langkah demi langkah implementasi analisis menggunakan perangkat lunak elemen hingga berbasis teks maupun antarmuka grafis. Setiap bab dilengkapi dengan contoh soal kasus nyata, seperti analisis rangka batang statis tertentu dan tak tentu, disertai dengan perbandingan hasil antara perhitungan manual dan simulasi komputer. Diharapkan, setelah mempelajari Seri-1 ini, pembaca tidak hanya mampu melakukan analisis struktur rangka batang secara akurat, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk melanjutkan ke pembahasan elemen yang lebih kompleks pada materi berikutnya.
Informasi Buku
| Penulis | Dr. Heri Khoeri, ST., MT. |
| Judul | Analisis Rangka Batang Dengan Metode Elemen Hingga |
| Ukuran | 15.5 x 23 cm (B5) |
| Halaman | xii + 145 Halaman |
| ISBN | 978-623-xxxx-xx-x |
| Berat | 250 Gram |
| Harga |
Rp. 95.000 Rp. 75.000 -21% |
Keunggulan Buku
Panduan Terstruktur
Penyajian materi fundamental MEH yang sistematis dan mudah dipahami bagi pemula.
Manual & Software
Dual pendekatan: perhitungan manual untuk pemahaman konsep dan simulasi software untuk validasi.
Kasus Rangka Batang
Fokus spesifik pada analisis struktur truss (statis tertentu dan tak tentu) yang relevan industri.
Fondasi Kokoh
Menjadi persiapan tepat untuk mempelajari elemen hingga tipe lain pada seri berikutnya.
Testimoni
“Buku ini menjadi jawaban atas kesulitan mahasiswa dalam memahami Metode Elemen Hingga. Dr. Heri Khoeri mampu menyederhanakan konsep matriks kekakuan yang rumit menjadi contoh numerik yang sangat aplikatif. Sangat direkomendasikan sebagai pengantar sebelum masuk ke software FEA yang kompleks.”
Dapatkan Buku Ini
Kuasai analisis struktur modern dengan panduan praktis ini. Dapatkan harga spesial diskon 21% untuk pemesanan hari ini.
Bagikan info buku teknik ini:
Sinopsis
Buku ini menghadirkan konsep pembelajaran integratif yang memadukan literasi sains dengan pembentukan karakter melalui pendekatan Aqidah Akhlak di jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI). Karya Umi Sulistyani dan Muhamad Zainul Umam ini menawarkan solusi strategis bagi pendidik dalam menghadapi tantangan era modern, di mana penguasaan ilmu pengetahuan alam harus beriringan dengan penguatan nilai-nilai keimanan dan moral peserta didik.
Melalui pendekatan yang kontekstual dan aplikatif, buku ini memandu guru untuk menghubungkan fenomena alam dengan kebesaran Allah SWT, sehingga proses pembelajaran sains tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan karakter siswa. Buku ini sangat relevan sebagai referensi utama bagi guru MI, mahasiswa PGMI, serta praktisi pendidikan Islam yang ingin mewujudkan generasi yang cerdas secara intelektual dan berkarakter mulia.
Informasi Buku
| Penulis | Umi Sulistyani, M.Pd dan Muhamad Zainul Umam, M.Pd.I |
| Editor | Dr. Muhamad, MA |
| Ukuran | 14 x 21 cm |
| Halaman | xx halaman |
| ISBN | Dalam proses |
| Berat | 200g |
| Harga |
Rp. 105.000 Rp. 90.000 -9% |
Keunggulan Buku
Integrasi Ilmu & Iman
Menggabungkan konsep literasi sains dengan nilai-nilai Aqidah Akhlak secara harmonis
Fokus MI
Dirancang khusus untuk kebutuhan pembelajaran di jenjang Madrasah Ibtidaiyah
Pembentukan Karakter
Menanamkan karakter mulia melalui pemahaman sains yang berkaitan dengan kebesaran Allah
Panduan Praktis
Menjadi referensi aplikatif bagi guru dan mahasiswa PGMI dalam proses pembelajaran
Testimoni
“Buku ini sangat relevan dengan kebutuhan kurikulum madrasah saat ini. Pendekatan yang digunakan mampu menunjukkan kepada siswa bahwa sains dan agama tidak berdiri secara terpisah, melainkan saling melengkapi dalam memahami kehidupan.”
Dapatkan Buku Ini
Miliki sekarang juga dengan harga spesial Rp. 50.000 untuk memperkaya referensi pembelajaran integratif di madrasah Anda
Bagikan info ini:
Jakarta — Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) melalui Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di SMAS Nurul Hikmah Jonggol Kabupaten Bogor Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperluas akses informasi pendidikan tinggi kepada peserta didik tingkat menengah atas. Kegiatan ini menjadi langkah strategis IPRIJA dalam memperkenalkan dunia perguruan tinggi sekaligus membangun motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias dan penuh interaksi. Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Program Studi PGMI IPRIJA, M. Zainul Umam, M.Pd.I, yang memaparkan secara komprehensif profil IPRIJA, visi keilmuan, serta peluang akademik dan nonakademik yang dapat diakses oleh calon mahasiswa. Kegiatan ini dipandu oleh Umi Sulistyani, M.Pd, dosen PGMI IPRIJA, yang bertindak sebagai moderator dan mengarahkan jalannya acara secara komunikatif dan inspiratif.
Dalam sambutannya, M. Zainul Umam, M.Pd.I menyampaikan bahwa sosialisasi PMB merupakan bagian dari komitmen IPRIJA untuk hadir lebih dekat dengan sekolah-sekolah menengah atas, khususnya dalam memberikan pemahaman yang utuh mengenai pentingnya pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, tantangan pendidikan di era modern menuntut perguruan tinggi untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa IPRIJA Institute hadir sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan ilmu pendidikan, sains, dan teknologi dengan nilai-nilai rohani Islam. Hal ini tercermin dalam kurikulum yang dirancang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, lulusan IPRIJA diharapkan memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, serta integritas moral yang kuat.
Pada sesi pemaparan materi, peserta sosialisasi diperkenalkan dengan berbagai program studi yang tersedia di IPRIJA, khususnya Program Studi PGMI yang berfokus pada pencetakan pendidik profesional di jenjang madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar. Disampaikan pula prospek lulusan PGMI yang tidak hanya terbatas pada profesi guru, tetapi juga terbuka peluang sebagai peneliti pendidikan, pengembang media pembelajaran, praktisi pendidikan Islam, serta wirausaha di bidang pendidikan.
Moderator, Umi Sulistyani, M.Pd, dalam pengantarnya menekankan pentingnya peran guru masa depan yang adaptif, kreatif, dan memiliki kepekaan sosial. Ia mengajak para siswa SMAS Nurul Hikmah untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik secara akademik maupun mental, dalam menentukan pilihan studi lanjut. Menurutnya, memilih perguruan tinggi bukan sekadar memilih tempat belajar, tetapi juga memilih lingkungan yang akan membentuk karakter dan arah masa depan.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pemaparan terkait Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa pendaftaran PMB IPRIJA telah dimulai sejak 1 Februari 2024, dengan berbagai jalur seleksi yang dapat diikuti oleh calon mahasiswa. Jalur tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan yang adil dan luas bagi lulusan SMA/MA/SMK dari berbagai latar belakang.
Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai fasilitas pendukung pembelajaran di IPRIJA, seperti ruang kelas representatif, dosen yang kompeten dan berpengalaman, serta kegiatan kemahasiswaan yang mendukung pengembangan soft skills. IPRIJA juga memberikan perhatian khusus pada pembinaan spiritual mahasiswa melalui berbagai program keagamaan yang terintegrasi dalam kehidupan kampus.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa SMAS Nurul Hikmah tampak aktif menggali informasi seputar sistem perkuliahan, peluang beasiswa, hingga prospek kerja setelah lulus. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara lugas dan informatif oleh narasumber, sehingga memberikan gambaran yang jelas dan realistis mengenai dunia perkuliahan di IPRIJA.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang promosi institusi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan motivasi bagi siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa memiliki wawasan yang lebih luas tentang pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sebagai bekal menghadapi tantangan global di masa depan.
Pihak SMAS Nurul Hikmah menyambut baik pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini dan mengapresiasi kehadiran tim dari IPRIJA. Kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dinilai sangat penting dalam membangun kesinambungan pendidikan serta mempersiapkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Sebagai penutup, M. Zainul Umam, M.Pd.I mengajak seluruh peserta untuk tidak ragu melanjutkan studi dan terus mengembangkan potensi diri. Ia menegaskan bahwa IPRIJA terbuka bagi generasi muda yang ingin tumbuh menjadi pendidik dan insan intelektual yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Melalui sosialisasi PMB ini, IPRIJA berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan akademik para siswa SMAS Nurul Hikmah menuju masa depan yang lebih cerah.
Dengan terselenggaranya kegiatan Sosialisasi PMB di SMAS Nurul Hikmah, IPRIJA kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif, responsif, dan berkomitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang bermutu dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Reportase: Miss Umi, Zainul
Jakarta — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) menyelenggarakan Seminar Nasional Webinar Series PGMI bertema “Menulis Skripsi/Tesis, Jurnal, dan Buku di Era Artificial Intelligence” pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui PGMI IPRIJA TV, serta diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Seminar nasional ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Peserta yang hadir berasal dari kalangan mahasiswa, dosen pemula, praktisi pendidikan, hingga masyarakat umum yang memiliki minat dalam pengembangan keterampilan menulis akademik. Tema yang diangkat dinilai relevan dengan kebutuhan akademik saat ini, seiring pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang turut memengaruhi dunia pendidikan dan penelitian.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan dipandu oleh Miss Ratih Yuni Widyaningsih, mahasiswa PGMI semester 2, yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Dengan gaya komunikatif dan tertata, MC mengarahkan jalannya acara sejak pembukaan hingga penutupan, sekaligus memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan kondusif.
Dorongan Penguatan Budaya Menulis Akademik
Seminar ini menghadirkan Keynote Speaker Dr. Muhamad, M.A, selaku Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IPRIJA. Dalam sambutannya, Dr. Muhamad menekankan pentingnya penguatan budaya menulis di lingkungan perguruan tinggi sebagai bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menurutnya, kemampuan menulis karya ilmiah bukan hanya menjadi tuntutan akademik, tetapi juga sarana strategis untuk menyebarluaskan gagasan, hasil penelitian, dan kontribusi keilmuan kepada masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa kehadiran teknologi Artificial Intelligence harus disikapi secara bijak.
“Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan peran akademisi, tetapi sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas karya ilmiah, selama digunakan secara etis dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Moderator Tekankan Etika dan Literasi Digital
Sesi inti seminar dipandu oleh M. Zainul Umam, M.Pd.I, selaku Ketua Program Studi PGMI IPRIJA, yang bertindak sebagai moderator. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa tantangan utama penulisan karya ilmiah di era digital bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada etika akademik dan literasi digital.
Ia menekankan bahwa mahasiswa PGMI sebagai calon pendidik perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, integritas akademik, serta pemahaman yang baik tentang pemanfaatan teknologi digital, termasuk AI, dalam proses penulisan ilmiah.
“Mahasiswa tidak cukup hanya mampu menulis, tetapi juga harus memahami batasan etis dalam menggunakan teknologi, agar karya yang dihasilkan tetap orisinal dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” ungkapnya.
Strategi Menulis Karya Ilmiah di Era AI
Narasumber pertama, M. Ghifari, SHd, M.Ag, Kepala LP2M IDAQU, memaparkan materi mengenai strategi menulis skripsi, tesis, dan artikel jurnal di era Artificial Intelligence. Ia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan pada tahap awal penulisan, seperti pencarian referensi, pengelompokan ide, serta penyuntingan bahasa.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa penguasaan metodologi penelitian tetap menjadi fondasi utama dalam penulisan karya ilmiah. Tanpa pemahaman metodologi yang kuat, pemanfaatan AI justru berpotensi menurunkan kualitas dan kredibilitas karya akademik.
“AI hanyalah alat bantu. Substansi, analisis, dan kedalaman pemikiran tetap harus berasal dari penulis itu sendiri,” tegasnya.
Peluang Publikasi Jurnal dan Penulisan Buku
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. M. Ridwan, M.A, dosen IPRIJA, membahas peluang dan tantangan menulis jurnal serta buku akademik di era digital. Ia memaparkan tahapan praktis penulisan artikel jurnal, mulai dari pemilihan topik yang relevan, penyusunan kerangka artikel, hingga proses submit ke jurnal nasional dan internasional.
Selain jurnal, Dr. M. Ridwan, MA juga mendorong mahasiswa dan dosen pemula untuk mulai menulis buku, baik buku ajar, buku referensi, maupun book chapter. Menurutnya, menulis buku merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan keilmuan dan peningkatan reputasi institusi.
“Jangan menunggu sempurna untuk mulai menulis. Konsistensi dan keberanian memulai adalah kunci utama produktivitas akademik,” ujarnya.
Diskusi Interaktif dan Antusiasme Peserta
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang disampaikan melalui kolom chat Zoom. Pertanyaan yang diajukan mencakup topik etika penggunaan AI, strategi menghindari plagiarisme, pemanfaatan AI secara aman dalam penulisan skripsi, hingga tips membagi waktu antara menulis dan aktivitas akademik lainnya.
Moderator menyaring dan merangkum pertanyaan peserta, sementara para narasumber memberikan jawaban yang aplikatif dan mudah dipahami. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab serta respon positif terhadap materi yang disampaikan.
Komitmen PGMI IPRIJA Hadapi Tantangan Zaman
Seminar nasional ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi PGMI Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA) dalam membekali mahasiswa dan sivitas akademika dengan keterampilan akademik yang relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan Webinar Series PGMI, IPRIJA terus berupaya menciptakan ruang diskusi ilmiah yang adaptif, inovatif, dan kontekstual, sekaligus mendorong lahirnya generasi akademisi dan pendidik yang produktif, berintegritas, serta mampu memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence secara bijak.
Acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber, moderator, panitia, serta peserta. Peserta seminar juga memperoleh fasilitas berupa e-sertifikat, modul materi, serta kesempatan membangun jejaring akademik lintas institusi.
Reportase: Miss Ratih, Miss Umi, Zain